Bencoolen part 1

panasnya luar biasa selama seminggu di Bengkulu, bikin kulit jadi hitam.
tapi pemandangan tempat wisatanya memang bagus, sayang masih belum tertata dengan rapi & baik. pekerjaan rumah bagi dinas pariwisatanya supaya bisa mempromosikan lebih baik lagi.

ini ada oleh-oleh sedikit dari tanah Bengkulu.

Penerbangan
kalau normalnya, rate pesawat Jakarta-Bengkulu berkisar 300-400k, musim libur bisa sampai 1 jutaan.
ketika promo Mandala Air kemarin, cuma 99k/oneway, itu sudah include bagasi 20 kg, tapi kita tidak mendapatkan makanan.
untuk airline lainnya, juga ada Sriwijaya, Batavia, Lion dan Susiair (khusus ke Muko-Muko dan Kota Padang)

Fatmawati Airport
dulu namanya Padang Kemiling Airport sebelum Presiden Megawati menggantinya menjadi Fatmawati Airport.
airportnya  kecil, sedikit mirip Abd Rahman Saleh Airport di Malang. airport taxnya juga cuma 15k, plus sumbangan buat pemda 2k.

di tempat menunggu bagasi kita bakal ditawarkan taxi. didalam airport ? yup, bahkan kita juga bisa mengantar orang sampai tempat menunggu keberangkatan. taripnya sekitar 60k / mobil untuk semua area di dalam kota. jenis mobilnya beragam, dari sedan sampai innova. makanya kalau rombongan besar, lebih baik pilih mobil yg besar.

kalau mau naik angkot, tinggal jalan kaki ke depan, jaraknya tidak begitu jauh. jaraknya mirip dengan Adi Sucipto Airport di Jogja. hanya saja jumlah angkot bisa dihitung, warnanya putih, rate 2k. jarak dari airport ke kota sekitar 10-15 menit. yg pasti jalanannya dijamin lancar, tidak ada macet. arah airport juga suka disebut ke STQ, yaitu nama gedung tempat penyelenggaraan MTQ yg lokasinya tidak jauh dari airport. sekedar info, disana angkot menggunakan warna, bukan nomor. ada 4 warna : putih, kuning, hijau dan merah.

Objek Wisata
1. kediaman Bung Karno sewaktu diasingkan oleh Belanda
letaknya di Anggut, dari simpang lima sudah kelihatan gerbangnya. sepanjang jalan itu memang dikondisikan buat pusat oleh-oleh dan jajanan khas Bengkulu.
tidak jauh dari situ juga ada rumah Ibu Fatmawati.

di teras masuk disambut oleh petugas dinas pariwisata, kita diminta untuk mengisi buku tamu. biaya masuknya tidak tahu persis berapa, soalnya berempat cuma diminta 2.5k, mungkin hitungannya per rombongan. sedang di teras belakang ada yg menjual souvenir Bengkulu, selain itu juga ada sumur yg konon kalau kita membasuh muka disana akan sukses…..KATANYA…..

2. Bunga Raflesia Arnoldi
tumbuhan parasit yg tumbuh terutama di Taman Nasional Kerinci Seblat yg membentang dari Sumbar, Jambi, Bengkulu & Sumsel. daerah Curup kabarnya merupakan tempat yg mudah ditemukan bunga ini. Bunga rafflesia telah dijadikan sebagai motif utama Batik Besurek (batik khas Bengkulu).
bunga terbesar di dunia ini hanya hidup selama seminggu, setelah itu layu dan mati. sayangnya gw tidak sempat menemukan tumbuhan ini.

3. Fort Marlborough
benteng ini terletak di pinggir pantai Pelabuhan Lama, yg terletak diantara pantai Panjang dengan pantai Jakat.
daerah Pelabuhan Lama, selain terdapat benteng juga terdapat Tapak Paderi, China Town, TPI (Tempat Penampungan Ikan) & Tugu Thomas Parr.

biaya masuk 2.5k / orang, di dalam benteng ada 4 batu nisan, dan 3 makam Inggris, salah satunya adalah Thomas Parr, yg terbunuh oleh pemberontakan rakyat Bengkulu pada masa itu. selain itu juga ada taman dan meriam-meriam tua.

di sekitar benteng juga ada parit yg sekarang kosong dan ditumbuhi oleh rumput hijau. kalau sore, banyak anak-anak muda yg nongkrong disini.

gerbang belakang

dari atas benteng, kita bisa memandangi teluk buatan dan Tapak Paderi.

di depan benteng juga ada Pasar Baru Koto, lokasinya di seberang Tugu Thomas Parr, dan di samping gerbang china town. pada sore hari, banyak yg berjualan makanan di area pasar. sayang daerah chinatown seperti kota mati, tidak kelihatan aktifitas apapun.

4. Pantai Panjang
disebut pantai Panjang karena memang pantai ini membentang panjang dari ujung sampai Malabro. di sepanjang pantai terdapat banyak warung yg berjualan makanan dan minuman, cafe, hotel dan juga ada PIM (Hypermart). selain itu juga ada sport center dimana ada lapangan bola, basket dll, yg bisa digunakan bebas oleh masyarakat Bengkulu. pada sore hari, pantai ini akan cukup ramai, bahkan kadang-kadang di jalanan juga ada yg melakukan trek motor.

di pinggir pantai juga disediakan banyak tempat duduk dari kayu, tapi sayangnya kita harus memesan makanan dan minuman kalau mau duduk disana. harga jagung bakar dan kelapa muda ga begitu mahal, masing-masing sekitar 4k & 8k.

5. Tapak Paderi
lokasinya persis di seberang benteng, dengan view menghadap ke teluk buatan. di sampingnya ada lapangan luas dimana juga banyak yg menjual jagung bakar dan kelapa muda, yg disajikan langsung dengan batok kelapanya, dengan harga sama seperti di pantai Panjang.

di teluk buatan juga disewakan kapal kayuh buat mengitari teluk.
enak buat hangout menghabiskan sore disini.

6. Pantai Jakat
tidak jauh setelah melewati Tapak Paderi dan TPI, kita akan memasuki pantai Jakat. secara umum tidak jauh beda dengan pantai-pantai sebelumnya, ada permainan air dan warung-warung di pinggir pantai.

di ujung pantai, kita akan memasuki daerah Pasar Bengkulu. nantinya sini akan dipusatkan untuk tempat oleh-oleh khas Bengkulu. sama seperti yg lain, disini juga banyak warung-warung makan, yg cukup terkenal adalah rumah makan Inga-Raya.

7. Danau Dendam-Tak-Sudah
ada cerita terkait kisah tragis dari sepasang muda mudi yg bunuh diri karena tidak direstui orang tua mereka. dulu infonya, ada banyak permainan air di danau ini, tapi karena banyak terjadi kecelakaan, sekarang sudah ditiadakan.

di sepanjang pinggir danau terdapat pondok-pondok untuk tempat istirahat sambil makan jagung bakar dan minum es kelapa muda. harganya sedikit lebih mahal dibandingkan di daerah pantai, masing-masing 5k & 10k.

kalau kita duduk memandang danau, kita akan disuguhi pemandangan Bukit-Barisan dan kawasan cagar alam berbagai fauna dan flora dari kejauhan .

semua lokasi wisata di atas, dapat ditempuh sehari saja karena letaknya tidak jauh dari tengah kota, kalau orang Bengkulu bilang, “deke’ deke’ sikolah“.

Trip to Bengkulu

θ Bengkulu Part 1

θ Bengkulu Part 2

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: